INOVASI PEMBUATAN TEJAPIS (TEMPE JANTUNG PISANG)

Authors

  • Zidni Sakhinah SMA Negeri 1 Karanggede
  • Silvia Sulis Hidayati SMA Negeri 1 Karanggede
  • Syifa Al Zahra SMA Negeri 1 Karanggede

DOI:

https://doi.org/10.53697/jid.v4i2.53

Keywords:

Tempe, Jantung Pisang, Fermentasi, Diversifikasi Pangan, UMKM

Abstract

Tempe merupakan produk fermentasi yang cukup populer, umunya tempe berbahan dasar kedelai. Namun, ketersediaan kedelai bergantung pada impor serta harganya yang sering mengalami fkutuasi. Salah satu bahan yang yang potensial dan dapat dijadikan alternatif sebagai pengganti kedelai yaitu jantung pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tempe dengan bahan dasar jantung pisang sebagai inovasi pangan yang sehat dan ekonomis. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah produk tempe jantung pisang dapat diterima oleh konsumen, memiliki cita rasa, tekstuk dan daya simpan yang baik. Selain itu, dapat menjadi solusi alternatif dalam diversifikasi pangan, mendukung ketahanan pangan dan membuka peluan usaha bagi UMKM.

References

Afifah Novitasari, A. A. (Juli 2013). INOVASI DARI JANTUNG PISANG (Musa spp.).

KesMaDaSka, 97-98.

Astawan, M. (2013). Jangan Takut Makan Enak. Tempe: Nilai Gizi dan Khasiat Medis. Jakarta:

Kompas Penerbit Buku.

Astija, & Djaswintari. (2020). Analisis kandungan lemak pada abon yang dibuat dari jantung pisang (Musa paradisiaca) dan ikan sidat (Anguilla marmorata). Journal of Nutrition College, 9(4), 241–246.

Alodokter. (2024, 13 November). Kalori tempe goreng dan kandungan gizi lainnya. Diakses pada 21 Juni 2025, dari https://www.alodokter.com/kalori-tempe-goreng-dan-kandungan- gizi-lainnya Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. 2019. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. (2022). Manfaat Tempe Bagi Kesehatan Tubuh. PPID Dinkes Kalbar. Diakses pada 21 Juni 2025, dari https://ppid dinkes.kalbarprov.go.id/artikel/manfaat-tempe-bagi-kesehatan-tubuh/

Kompas. 2022. "Penyebab Harga Kedelai Mahal, Mendag Zulhas: Belinya Itu dari Sana Jauh dari…." Kompas, 7 November 2022. Diakses 6 Maret 2025. https://money.kompas.com/read/2022/11/07/050800226/penyebab-harga-kedelai-mahal- mendag-zulhas--belinya-itu-dari-sana-jauh-dari.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. n.d. "Strategi Pemerintah Dorong Ketahanan publik/publikasi/berita-utama/Strategi-Pemerintah-Dorong-Ketahanan-Pangan.

Khoirunnisa, P., Alifah, M., Afriani, L. N., Handayani, U. L., & Rahma, A. A. (2020). Proposal

Galantin Jantung Pisang. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Kusumaningtyas, D. R., W. D. P. Rengga Dan H. Suyitno.2010. Pengolahan Limbah Tanaman Pisang (Musa Paradisiaca) menjadi Dendeng dan Abon Jantung Pisang sebagai Peluang Wirausaha Baru bagi Masyarakat Pedesaan.Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran, Volume 8 No.2. Rumah Sakit Pondok Indah. n.d. "Asam Urat: Penyebab, Gejala, Penanganan." Diakses 6 Maret 2025. https://www.rspondokindah.co.id/id/news/asam-urat-penyebab-gejala-penanganan.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian dan Pengembangan: Research and Development (R&D). Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2025-12-13

How to Cite

Sakhinah, Z., Hidayati, S. S., & Al Zahra, S. (2025). INOVASI PEMBUATAN TEJAPIS (TEMPE JANTUNG PISANG). Jurnal Inovasi Daerah, 4(2), 102–109. https://doi.org/10.53697/jid.v4i2.53

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.